Kintamani, Tempat Wisata di Bali dengan Warna Dominan Pegunungan

Kintamani, Tempat Wisata di Bali dengan Warna Dominan Pegunungan

Pernah kepikiran jelajah tempat wisata di Bali? Sayang banget kalau seumur hidup belum pernah ngerasain indahnya Bali. Di sana enggak cuma ada pantai, tarian, atau tradisi turun-temurun. Ada juga daerah rural yang masih natural. Satu yang terkenal namanya Kintamani. Lokasi ini warna dominannya pegunungan.

Di lokasi ini kamu enggak bakal lihat birunya laut atau lidah ombak yang menjilat-jilat tepian pantai. Yang ada cuma birunya langit dan hijaunya perbukitan dan gunung-gunung. Cocok banget kalau ke Bali niatnya mau me-refresh mata sekaligus otak. Pulang-pulang ke Jakarta dan pas ngantor bisa lebih semangat lagi.

Meski berbau alami dan khas pedesaan, tapi kamu enggak perlu khawatir soal penginapan bagus. Ada pula resort yang cukup mewah di sana. Kamu bebas pilih dari yang sederhana hingga bintang lima. Begitu kamu buka jendela kamar, terbentang alam yang hijau dan luas. Tempat pohon-pohon tinggi dan sayuran segar tumbuh serasi.

Enggak heran kalau daerah Kintamani dijaga banget kealamiannya. Kamu juga bisa membaur dengan para petani daerah setempat. Kalau mau belajar menanam atau mengolah lahan juga bisa. Atau mau berburu buah-buahan segar dari pohonnya juga bisa. Agenda-agenda seperti inilah yang paling digemari oleh pengunjung.

Daerah Kintamani emang terpelihara banget. Mulai dari tumbuhan hingga hewan-hewannya. Sampai-sampai daerah ini juga kaya dengan penampungan anjing yang manis dan siap dijadikan peliharaan. Siapa tahu kamu minat ngadopsi anjing di rumah. Buat jaga-jaga kalau maling dateng malem-malem.

Dengan suhu yang rata-rata 21 derajat Celsius pasti bisa bikin kamu betah tinggal di sana. Restoran yang dibangun juga cukup variatif. Begitu pula menu makanan khas Bali yang disajikan. Salah satu makanan khas yang paling diburu bernama Ikan Mujair Nyat Nyat. Enggak tahu kenapa namanya bisa seunik itu.

Makanan khas ini diambil langsung dari kawasan setempat. Jadi bisa dipastikan ikannya masih segar. Harganya cuku cukup miring. Cuma 20 ribuan. Selain itu, sambil makan kamu juga bisa langsung menikmati keindahan panorama yang ditawarin oleh Gunung Batur dan Danau Batur. Keindahannya enggak ada duanya.

Begitu selesai makan kamu juga bisa langsung jalan-jalan ke Gunung Batur atau nyemplung ke danaunya. Kalau enggak mau ke tempat keduanya, barangkali kamu pengen main ke pemandian air panas. Nah, ini lokasi favorit anak-anak muda. Pemandian air panas ini namanya Toya Bungkah.

Nama itu diambil dari makna toya (air) dan bongkah (belahan). Jadi air yang berasal dari belahan batu. Air panas ini berasal dari pegunungan langsung. Jadi enggak ada rekayasa manusia sama sekali. Mutlak anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Lebih-lebih air ini bagus banget buat terapi kesehatan soalnya didominasi oleh air mineral.

Kalau kamu pengen main ke pura di Kintamani juga bisa. Namanya Pura Ulun Danu Batur. Pura ini salah satu yang terpenting di Bali. Di dalamnya ada sekitar 285 paviliun dan candi. Desain tata-ruangnya merefleksikan masyarakat Hindu. Pura ini juga merupakan pura tertua di Bali. Soalnya didirikan tahun 1926.

Kawasan Kintamani tergolong strategis. Di sana ada Desa Batubulan yang biasa digelar pentas Tari Barong Bali. Kalau sudah puas menjelajah wisata di Bali ini, langsung aja ke Ubud. Soalnya jarak Kintamani dengan Ubud relatif deket. Di sana ada Pasar Sukawati yang selama ini jadi pusat perbelanjaan souvenir khas dari Bali.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail