Cara Menghitung Bunga Obligasi

Cara Menghitung Bunga Obligasi

Apakah Anda salah satu orang yang gemar menginvestasikan uang pada sektor obligasi? Obligasi adalah investasi yang menawarkan keuntungan cukup tinggi dibanding deposito dengan risiko yang lebih aman dibanding investasi reksa dana yang fluktuatif. Setidaknya, uang pokok Anda tidak akan berkurang ketika habis jatuh temponya dan akan dikembalikan sepenuhnya kepada Anda. Sebelum Anda memilih investasi ini, pahami dulu cara penghitungan bunga obligasi yang benar agar Anda bisa memprediksi keuntungan yang akan Anda dapatkan. Berikut simulasi penghitungan bunga obligasi secara detil.

Perusahaan Suka Makmur menerbitkan obligasi 5 tahun sebesar Rp10.000.000, dengan bunga sebesar 8% setiap tahunnya. Bunga ini adalah bunga tetap sehingga tidak terpengaruh oleh fluktuasi suku bunga pasar. Perusahaan tersebut akan membayarkan bunganya setiap 6 bulan sekali. Stella memiliki uang 10 juta rupiah yang saat ini sedang tidak ia gunakan untuk keperluan apapun sehingga ia berencana untuk membeli surat obligasi tersebut sebagai investasi untuk jangka panjangnya. Berapakah bunga yang diterima oleh Stella setiap periodenya dan berapa jumlah bunga secara keseluruhan yang akan ia dapatkan?

Investasi Obligasi

Untuk menghitung besaran bunga obligasi, pertama-tama kita harus tahu nilai nominal obligasi, besaran bunga, dan lama periode investor menginvestasikan uangnya tersebut.

Nilai nominal obligasi yang dibeli Stella = Rp10.000.000,

Suku bunga                                                        = 8% per tahun

Untuk menghitung jumlah bunga yang diterima oleh Stella setiap tahunnya, caranya cukup mengalikan persentase suku bunga dengan nilai nominal obligasi, sehingga perhitungannya menjadi:

Bunga per tahun = nilai obligasi x persentase suku bunga

                                = Rp10.000.000, x (8%)

                                = Rp800.000,

Bunga yang akan diterima Stella setiap tahunnya adalah sebesar Rp800.000,

Namun sesuai dengan kesepakatan, Perusahaan Suka Makmur akan membayarkan bunga setiap pertengahan tahun, jadi jumlah bunga yang akan diterima oleh Stella adalah:

6/12 x Rp800.000, = Rp400.000

Jadi, setiap enam bulan sekali hingga masa perjanjian berakhir, Stella akan menerima bunga sebesar Rp400.000, sebagai imbalan jasa dari Perusahaan Suka Makmur.

Sedangkan jumlah total bunga yang akan didapat oleh Stella hingga periode perjanjian berakhir adalah:

Sesuai kasus ini, Stella berinvestasi selama 5 tahun dengan pembayaran bunga per enam bulan sekali. Ini artinya Stella akan menerima bunga sebanyak 10 kali dalam waktu 5 tahun, sehingga perhitungannya menjadi:

Rp400.000, x 10 = Rp4.000.000

Jadi, jumlah total bunga yang diperoleh Stella selama 5 tahun adalah sebesar Rp4.000.000,

Ketika masa perjanjian berakhir, Stella akan mendapatkan kembali uang pokoknya sebesar Rp10.000.000 sehingga total keseluruhan uang Stella dari investasi yang dilakukannya adalah sebesar Rp14.000.000,

Dari contoh di atas, dapat kita lihat bahwa dibanding Stella “mendiamkan” uangnya di rumah, maka akan jauh lebih menguntungkan untuknya jika menginvestasikannya pada surat obligasi. Dengan begitu, uangnya menjadi lebih bertambah.

Bunga obligasi biasanya dicairkan setiap satu tahun sekali maupun enam bulan sekali. Contoh di atas adalah cara menghitung bunga obligasi yang diterbitkan secara paruh tahunan. Setelah mengetahui cara penghitungan bunga obligasi, kini Anda bisa tahu berapa kira-kira keuntungan yang akan Anda dapat. Selain itu, perhitungan di atas juga bisa digunakan untuk memprediksi berapa besar nilai obligasi jika dijual kembali. Ingat, investasi obligasi juga bisa diperjualbelikan.

Satu hal yang juga perlu diingat ketika melakukan investasi obligasi adalah bahwa ada risiko perusahaan tersebut gagal membayar bunga sesuai dengan kesepakatan awal. Hal ini terjadi jiak perusahaan tempat Anda membeli obligasi mengalami masalah finansial bahkan hingga bangkrut. Namun, hal ini jarang sekali terjadi.

Oleh sebab itu, sebelum membeli obligasi, carilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai perusahaan tersebut. Anda bisa memprediksi apakah perusahaan tersebut akan semakin berkembang atau justru mengalami kebangkrutan untuk 3 atau 5 tahun ke depan hingga masa perjanjian obligasi usai.

Untuk mendapatkan rasa aman dalam berinvestasi obligasi, sebaiknya Anda memilih obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah. Dengan begitu, kemungkinan pemerintah gagal membayar pun jauh lebih rendah jika dibanding dengan perusahaan swasta. Setiap investasi memiliki risiko, jadi sebaiknya Anda juga harus siap akan hal ini.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail