Bank Penyimpan Aset Keuangan dan Investasi

Bank Penyimpan Aset Keuangan dan Investasi

Dari waktu ke waktu, berbagai kalangan dalam masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengaturan finansial dan investasi yang lebih terorganisir. Berlatar belakang dari hal ini, kemudian muncullah istilah bank kustodian. Lalu, sebenarnya apa peran dari bank tersebut? Apa pula hubungannya dengan aset keuangan dan investasi? Untuk lebih jelasnya, Anda bisa menyimak uraian berikut ini.

Bank Kustodian dan Perannya

Sebelum menyinggung mengenai bank kustodian, Anda mungkin perlu mengenal apa itu reksadana terlebih dahulu. Alat investasi ini merupakan kumpulan dana yang memiliki pengelolaan tertentu agar suatu ketika dapat digunakan untuk berbagai keperluan investasi seperti membeli saham, pasar uang, obligasi, dan sebagainya. Dana yang berasal dari berbagai investor ini juga tidak sebesar dana saham atau properti. Anda yang hanya memiliki modal 100 ribuan rupiah bahkan bisa mengelola dana tersebut di instrument investasi ini.

Apabila Anda tertarik untuk memulai investasi di reksadana, ada beberapa langkah penting yang harus diikuti. Pertama, Anda harus memilih agen penjual yang bisa berupa bank, portal investasi online, atau perusahaan sekuritas. Setelah itu, Anda harus memahami prospektus, yaitu semacam detail info mengenai produk yang sekaligus menjadi pedoman sang investor. Info seperti apa sajakah yang dimuat di dalam prospektus? Contohnya seperti bank kustodian, tata cara jual-beli, dan sebagainya.

Langkah berikutnya adalah memilih jenis reksadana serta manajer investasi. Sebelum itu, Anda harus sudah menentukan jangka waktu investasi sesuai dengan profil resiko Anda. Untuk menentukan manajer investasi, Anda harus memilih pengelola yang memiliki pengalaman serta track record baik. Setelah hal tersebut dilakukan, barulah Anda bisa mentransfer dana sesuai dengan apa yang telah disepakati antara Anda dan manajer investasi.

Dalam uraian di atas, Anda telah mendengar sekilas kerja manajer investasi. Terkait manajer investasi tersebut, ada bank kustodian. Bank ini mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan dalam kerjasamanya dengan manajer investasi. Selain mengurus administrasi, kedua pihak tersebut juga akan bekerjasama dalam menyimpan kekayaan reksadana. Untuk lebih jelasnya berikut beberapa tugas dari bank yang bekerjasama dengan manajer keuangan ini.

  1. Melakukan penghitungan nilai aktiva bersih (NAB) reksadana
  2. Melakukan pengelolaan sesuai prosedur administrasi yang berkaitan dengan investor dan manajer investasi. Untuk administrasi yang berkaitan dengan manajer investasi misalnya:
  • Melakukan kegiatan administrasi yang berhubungan dengan manajer investasi seperti konfirmasi penjualan dan pembelian serta aksi korporasi surat berharga seperti obligasi dan saham
  • Membuat catatan transaksi aset reksadana

Sementara itu, untuk administrasi yang berkaitan dengan investor, bank ini memiliki tugas seperti

  • Mengatur penjualan serta pengalihan reksadana
  • Melakukan pengiriman bukti transaksi nasabah serta laporan akun terkait perkembangan nilai investasi setiap bulannya

3. Menyediakan layanan untuk menyimpan surat berharga di bank lain. Dengan layanan ini, Anda bisa menyimpan aset seperti perhiasan atau dokumen berharga seperti surat catatan sipil di bank umum yang terdaftar sebagai bank berfungsi kustodian.

Selain bank kustodian, ada pula manajer investasi. Pihak pengelola investasi ini memiliki beberapa tugas penting seperti mengatur segala hal yang berkaitan dengan proses serta keputusan investasi. Selain ini, lembaga ini juga bertugas menentukan strategi serta sirkulasi dana sehingga hasil maksimal dapat tercapai.

Demikian beberapa hal menarik seputar bank kustodian serta tugas dan hubungannya dengan manajer investasi. Apabila Anda ingin mengetahui daftar bank umum yang menjalankan fungsi kustodian sebagaimana data PT KSEI, silakan dapatkan datanya pada sumber tepercaya.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail