7 Strategi Tingkatkan Produksi Cabai Hingga Berkali Lipat

7 Strategi Tingkatkan Produksi Cabai Hingga Berkali Lipat

Jumlah permintaan cabai di pasaran membuat petani cabai kewalahan. Bahkan pada hari besar tertentu permintaan cabai tidak bisa dikendalikan. Oleh karena itu, petani harus memiliki strategi khusus untuk mengatasi hal ini salah satunya yaitu dengan Belajar Bertani Organik. Berikut strategi jitu yang harus Anda ketahui sebelum memutuskan menanam cabai.

  1. Meminimalisir Biaya Produksi

Segala hal yang berbau pengeluaran sebisa mungkin ditekan agar laba tidak habis jika harga cabai murah. Mulai dari pemupukan, alat yang digunakan untuk menanam, serta nutrisi tanaman lainnya. Sebelumnya semua ini harus dihitung secara akurat.

  1. Efisiensi Biaya

Strategi yang berikutnya ini juga diyakini oleh sekretaris Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia, Abdul Hamid, sebagai penentu peningkatan produksi. Anda harus melakukan pemetikan cabai sekali tapi dalam jumlah banyak, bukan pemetikan berkali-kali dalam jumlah sedikit. Hal ini bisa menekan biaya tenaga kerja.

Jika mengalami kesulitan dalam memperoleh tenaga kerja sewa, hal yang harus Anda lakukan yaitu dengan memanfaatkan tenaga kerja yang tersedia secara bergantian dengan sesama petani atau mencari tenaga kerja sewa dari luar desa Anda.

  1. Pemilihan Benih yang Dapat Berproduksi Tinggi

Bagi beberapa orang yang baru Belajar Bertani pemilihan benih menjadi salah satu faktor yang cukup signifikan dalam keberhasilan. Penggunaan benih atau bibit cabai yang bagus dan memiliki potensi produksi tinggi tidak selalu mahal. Perhatikan kesesuaian benih dengan ketinggian lahan penanaman, iklim, dan keunggulan benih.

Ciri benih yang bagus yaitu memiliki viabilitas tinggi dan cenderung seragam saat tumbuh. Setelah itu rawatlah pertumbuhan benih tersebut dengan baik agar mampu berkembang secara maksimal.

  1. Penyimpanan Hasil Panen

Petani terkadang menyepelekan penyimpanan hasil panen. Gudang penyimpanan yang bersih akan memengaruhi jangka waktu keawetan produk. Cabai tidak akan cepat busuk. Selain itu juga menekan kehilangan hasil panen akibat hama gudang.

  1. Pemilihan Pupuk dan Pestisida Dilihat dari Efisiensi Risiko

Pemilihan pupuk yang digunakan untuk tanaman cabai sangat berhubungan erat dengan hasil panen. Sebagian petani menggunakan pupuk tunggal. Namun sebenarnya yang lebih efektif yaitu dengan menggunakan pupuk majemuk. Dari efisiensi, jelas penggunaan kedua jenis pupuk ini dirasa menjadi sebuah pemborosan.

Namun jika dilihat dari sisi aspek risiko, hal ini dapat menjadi suatu metode interactive karena petani cabai bisa mengatur penambahan serta pengurangan pupuk sesuai dengan takarannya terkait kebutuhan tanaman. Pengurangan pupuk nitrogen pada musim penghujan juga dapat menjadi alternatif untuk membatasi pertumbuhan daun agar tidak mengundang hama penyakit.

Hal lain yang perlu diperhatikan juga yaitu penggunaan pestisida. Petani seharusnya bisa fleksibel dalam menggunakan pestisida. Anda dapat mengatur butuh tidaknya penggunaan pestisida selama penanaman. Sehingga tidak terlalu boros pengeluaran hanya untuk pestisida.

  1. Membuat Jarak Tanam yang Lebih Rapat

Strategi yang satu ini mulai dipikirkan petani agar hasil panen tetap banyak meski memakai lahan yang tidak begitu luas. Penggunaan jarak tanam yang relatif rapat yaitu 20 cm x 20 cm, atau 20 cm x 30 cm, atau 25 cm x 25 cm bisa menghemat lahan. Jarak penaanaman cabai keriting biasanya lebih jarang daripada cabai besar.

Selain itu, jarak tanam yang dipilih juga merupakan strategi untuk menyiasati kelembapan sesuai zona agroklimat dan jenis tanah. Selain itu, strategi ini berfungsi mengantisipasi tingkat kematian bibit dan menciptakan fleksibilitas jika harus mengubah densitas tanaman.

  1. Strategi Modal yang Tepat

Jika Anda mengalami kesulitan dalam hal permodalan, apa yang harus dilakukan? Mungkin sebagian petani yang sudah lama pasti tahu, tapi Bagi yang baru memulai akan bingung. Solusi yang dapat dipilih yaitu dengan meminjam dari institusi formal, informal, atau menjual sebagian aset.

Sebelum petani cabai masih mengalami gagal panen, sebaiknya memikirkan kemungkinan terburuk yang dapat terjadi pada proses penanaman hingga panen. Sehingga tindakan yang dilakukan tidak salah.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail